Tampilkan postingan dengan label Khilafah Islamiyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Khilafah Islamiyah. Tampilkan semua postingan

Mustapa Kemal Attaturk - Gerakan Pembaharuan di Turki (Pemikiran Modern Dalam Islam)

Judul : Mustapa Kemal Attaturk - Gerakan Pembaharuan di Turki
Mata Kuliah : Pemikiran Modern Dalam Islam


BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang
Pembabakan Sejarah Peradaban Islam dibagi dalam tiga Jaman. Jaman kelahiran Islam di masa Nabi Muhammad saw; Jaman perluasan ajaran Islam hingga ke luar Jazirah Arab dimasa Khulafa ar-Rasyidin dan khalifah sesudahnya; jaman Kejayaan pada masa Khilafah Abbasiyah dan Fatimiyah; Jaman kemunduran hingga dihapuskannya institusi Khilafah Islamiyah di Turki pada awal abad ke-20 M. 
Berbicara tentang penghapusan institusi kekhilafahan Islam, maka kita akan bertemu dengan sebuah nama yang tidak asing lagi yaitu Mustafa Kamal Attaturk. Ketika kita belajar mata pelajaran Sejarah, dulu, Kamal Attaturk ini dikenal sebagai orang yang sangat berjasa dalam merubah wajah Turki dari Islam menjadi sekuler (modern). 

Permasalahan
Berbicara mengenai Mustapa Kamal dan Pembaharuannya di Turki, ada banyak versi sejarah yang akan ditemukan. Disatu sisi akan ditemukan banyak pengkhianatan yang dilakukan Mustapa Kamal terhadap Islam. Namun disisi lain akan banyak pula sanjungan dan pujaan terhadapnya. Sebenarnya siapakh sosok Mustapa Kamal yang sebenarnya ?

Tujuan
Tujuan kami menyususn makalah ini adalah untuk mencoba sedikit menguraikan sekilas tentang kehidupan Bapak Turki (Mustapa Kamal), dan termasuk hasil pemikiran-pemikirannya terhadap perubahan Turki kuno menuju Turki modern.


BAB II
PEMBAHASAN

Biografi
Mustafa Kamal lahir tahun 1880 masehi, di kota Salanik (kota Yahudi) daerah Macedonia yang berpenduduk 140.000 jiwa. Delapan puluh ribu diantaranya adalah orang-orang Yahudi Espana, dan dua puluh ribu lainnya lagi adalah orang-orang Yahudi Al-Dunama, yakni kaum Yahudi yang berpura-pura masuk Islam. Secara resmi Mustafa Kamal Attaturk adalah anak Ali Ridha. Sedangkan ibunya bernama Zubaidah. Namun, ada yang mengatakan konon, Zubaidah, ibu Mustafa Kamal, hamil dari hasil perzinahannya dengan seorang pria bernama Abdumusin Agha. Mengingat dia pernah bekerja pada salah satu galangan kapal di kota salanik.

Latar Pendidikan dan Militer
Pertama kali ia belajar di sekolah agama. Kemudian oleh ibunya ia diikutkan ke sekolah modern. Sepeninggal bapaknya, Mustafa Kamal dibawa ibunya ke ladang pertanian pamannya Hussain Agha, dekat kota Salanik. Di sana, dia bekerja membantu pamannya membersihkan kandang, mencarikan makanan domba dan menjaga pertanian. Kemudian ibunya memindahkan disebuah sekolah di kota Salanik. Di kota tersebut, Mustafa sering berkelahi dengan murid-murid yang lain sehingga dia dipukul oleh salah seorang guru. Maka larilah Mustafa Kamal dari sekolah tersebut dan tidak kembali lagi.
Tahun 1893, dia masuk ke sekolah militer di kota Salanik. Setelah empat tahun dia lulus dari sekolah ketentaraan tingkat menengah di Monester, yakni di kota Balkan. Kota dimana fitnah bergolak dengan hebatnya menentang sistem kekhilafahan. Lulus dari Monester tahun 1899. kemudian dikirim ke Akademi Militer stambul. Lulus dari akademi tersebut tahun 1902 dia melanjutkan pendidikan di Akademi Staf Komando Militer, lulus tahun 1905. Selanjutnya dia ikut bergabung dengan pasukan Divisi 5 di Damaskus, sebagai perwira dengan pangkat Mayor. Saat itu usianya 25 tahun. Dalam tugasnya di Damaskus, dia dimasukkan dalam Batalyon kaveleri 30. Di sana, ia tinggal selama dua tahun, sehingga pangkatnya naik menjadi Aghas (pangkat antara mayor dan letkol). 

Ia akhirnya pindah ke Salanik di kodam III. Di sana ia masuk anggota kelompok Al Ittihad wa At Turaqqi. Dalam kelompok tersebut ia menghadapi beberapa rival yang kuat, seperti Anwar, dan Thal’at. Tahun 1910, ia dikirim ke Perancis untuk mengikuti latihan militer. Sepulangnya dari Perancis, ia diangkat menjadi Direktur Pendidikan Perwira. Karirnya terus menanjak setelah berhasil memenangkan salah satu peperangan di Ghalipuli, sampai akhirnya ia diangkat sebagai panglima pasukan di Palestina. Di kota Al-Quds, Mustafa Kamal mengadakan perjanjian dengan Allenby, panglima pasukan Inggris. 

Pihak Inggris telah bersepakat dengan Mustafa kamal supaya ia menarik pasukannya dari Palestina dan memberi kesempatan kepada Allenby untuk masuk bersama pasukannya dalam keadaan tenang dan damai.dengan demikian pasukan Allenby dapat memukul pasukan Turki keempat dengan pukulan yag mematikan setelah Allenby mundur dengan membawa kegagalan di pintu As Salth, yakni setelah dikalahkan oleh Jamal Pasya, panglima pasukan Turki keempat. Maka akibat pengkhianatan ini Mustafa kamal, menjadikan kehancuran bagi kekuatan turki untuk selama-lamanya. Hasil pertemuan itu sangatlah memilukan: “Jumlah tawanan mendekati seratus ribu tentara, di luar jumlah mereka yang mati oleh peluru orang-orang Druze dan Armenia.”

Kancah Politik
Sejak tahun 1920, Mustafa Kemal Pasha menjadikan Ankara sebagai pusat aktivitas politiknya. Setelah menguasai Istambul, Inggris menciptakan kevakuman politik, dengan menawan banyak pejabat negara dan menutup kantor-kantor dengan paksa sehingga bantuan kholifah dan pemerintahannya mandeg. Instabilitas terjadi di dalam negeri, sementara opini umum menyudutkan kholifah dan memihak kaum nasionalis. Situasi ini dimanfaatkan Mustafa Kemal Pasha untuk membentuk Dewan Perwakilan Nasional - dan ia menobatkan diri sebagai ketuanya - sehingga ada 2 pemerintahan; pemerintahan khilafah di Istambul dan pemerintahan Dewan Perwakilan Nasional di Ankara. Walau kedudukannya tambah kuat, Mustafa Kemal Pasha tetap tak berani membubarkan khilafah. Dewan Perwakilan Nasional hanya mengusulkan konsep yang memisahkan khilafah dengan pemerintahan. Namun, setelah perdebatan panjang di Dewan Perwakilan Nasional, konsep ini ditolak. Pengusulnyapun mencari alasan membubarkan Dewan Perwakilan Nasional dengan melibatkannya dalam berbagai kasus pertumpahan darah. Setelah memuncaknya krisis, Dewan Perwakilan Nasional ini diusulkan agar mengangkat Mustafa Kemal Pasha sebagai ketua parlemen, yang diharap bisa menyelesaikan kondisi kritis ini.

Setelah resmi dipilih jadi ketua parlemen, Pasha mengumumkan kebijakannya, yaitu mengubah sistem khilafah dengan republik yang dipimpin seorang presiden yang dipilih lewat Pemilu. Tanggal 29 November 1923, ia dipilih parlemen sebagai presiden pertama Turki. Namun ambisinya untuk membubarkan khilafah yang telah terkorupsi terintangi. Ia dianggap murtad, dan rakyat mendukung Sultan Abdul Mejid II, serta berusaha mengembalikan kekuasaannya. Ancaman ini tak menyurutkan langkah Mustafa Kemal Pasha. Malahan, ia menyerang balik dengan taktik politik dan pemikirannya yang menyebut bahwa penentang sistem republik ialah pengkhianat bangsa dan ia melakukan teror untuk mempertahankan sistem pemerintahannya. Kholifah digambarkan sebagai sekutu asing yang harus dienyahkan.
Setelah suasana negara kondusif, Mustafa Kemal Pasha mengadakan sidang Dewan Perwakilan Nasional. Tepat 3 Maret 1924 M, ia memecat kholifah, membubarkan sistem khilafah, dan menghapuskan sistem Islam dari negara. Hal ini dianggap sebagai titik klimaks revolusi Mustafa Kemal Pasha.

Ideologi dan Pembaharuan Kamal Attaurk
Pada Maret 1924 terjadilah penghapusan wilayah. Karena tidak puas Ataturk melanjutkan wasiat majikannya. Maka pada tahun 1925 keluarlah peraturan yang melarang berbusana islami bagi laki-laki dan perempuan, merubah salam "assalamu'alaikum" dengan anggukan kepala.

Pada tahun 1928 keluar keputusan tentang penghapusan pelajaran agama, merubah bacaan al-qur'an dan azan dengan bahasa Turki, mengganti huruf arab dengan latin, menyamakan hak waris antara laki-laki dengan wanita. Selain itu ada pula beberapa pembaharuan yang ia lakukan diantaranya :
1. Membolehkan lelaki memakai celana panjang dengan syarat pakai tie dan topi (sesuai dengan kehendak barat) 
2. Beliau pernah menegaskan bahwa "negara tidak akan maju kalau rakyatnya tidak cenderung kepada pakaian modern" 
3. Mengarahkan Al-Quran dicetak dalam bahasa Turki 
4. Menukar azan ke dalam bahasa Turki. Bahasa Turki sendiri diubah dengan membuang unsur-unsur Arab dan Parsi. 
5. Satu ucapan beliau di bandar Belikesir di mana beliau dengan terang-terangannya mengatakan bahawa agama harus dipisahkan dengan urusan harian dan perlu dihapuskan untuk kemajuan. 
6. Agama Islam juga di buang sebagai Agama resmi negara. 
7. Mengubah undang-undang perkahwinan berdaftar berdasarkan undang-undang barat. 
8. Menukar Masjid Ayasophia kepada museum, ada sebagian masjid dijadikan gereja.
9. Membatalkan undang-undang waris,faraid secara Islam 
10. Menghapus penggunaan kalendar Islam dan menukarkan huruf Arab kepada huruf Latin. 

Selain itu, banyak juga pembaharuan yang dilakukan oleh Mustapa Kamal dalam menjalankan pemerintahan di Turki, antara lain seperti dalam sidang Majlis Agung Nasional tahun 1920, ia menjadi Ketia Majlis dan hasil dari siding tersebut antara lain :
- Kekuasaan tertinggi terletak ditangan rakyat Turki.
- Majlis Agung nasional merupakan perwakilan rakyat tertinggi.
- Majlis Agung NAsional berfungsi sebagai badan legislative dan eksekutif.
- Majlis Negara yang anggotanya dipilih dari Majlis Nasional Agung akan menjalankan tugas pemerintahan.

Akhir Hayat
Pada saat ia terbaring sakit, menunggu ajalnya. Mustafa kamal bersikeras untuk mengangkat duta Inggris, Peres Lorraine sebagai presiden penggantinya. Sunday Times, hari Jum’at 15 Februari 1968 menulis berita dengan judul, “Kamal Attaturk minta kepada duta Inggris untuk menggantikannya sebagai Presiden republik Turki.” Mustafa Kamal terserang penyakit dalam (sirrosis hepatis), disebabkan Alkohol yang terkandung dalam khamer. Disamping itu ia juga terserang penyakit kelamin (Gonnorrhea/GO). Cairan yang berkumpul pada bagian dalam perutnya (Ascites), sehingga para dokter terpaksa mencoblosnya dengan jarum. Karena perutnya membusung dan kedua kakinya membengkak. Hari demi hari kekuatannya semakin melemah, mukanya mengecil, darahnya berkurang, tubuhnya memucat seputih tulangnya. Akhirnya dia pun tak mampu bergerak sendiri. Selama sakit, ia berteriak-teriak sehingga teriakannya menerobos sampai ke teras istana yang ditempatinya yakni Istana Dulamah boghja di Konstantin. 

Akhirnya, tulang dia hanya berbalut kulit. Bobotnya hanya tinggal 48 kilogram saja ketika ia mati. Gigi-giginya tanggal, mulutnya hampir bertemu dengan kedua alis matanya, dan dia berwasiat supaya jenazahnya tidak usah dishalati. Kemudia pada hari kamis tanggal 10 Nopember 1938 jam 09.05, pergilah Attaturk dari alam dunia dalam keadaan dilaknat di langit dan di bumi.

Mustafa mati dengan meninggalkan Turki dalam keadaan miskin dan gersang. Dengan utang luar negeri yang setiap hari semakin bertambah. Laju infasi mencapai 42-60% pada tahun 1970. pengangguran mencapai 20% dari keseluruhan jumlah penduduk. Pada tahun 1970, utang negara sebanyak 21 milyar Dollar US. Pemerintah tunduk kepada Bank Internasional. Mereka mendevaluasi nilai lira turki sampai 8 kali. Pada tahun 1980, angka suku bunga membumbung sampai 30%. Dan ini adalah angka suku bunga tertinggi di dunia. 


BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Mustapa Kamal merupakan salah satu tokoh pembaharu dan pemikir di Turki. Memulaia karir dibidang militer sampia akhirnya ia terjun di kancah politik dengan mengusung Gerakan Ansionalisme dan Westernisme. Tujuan utamanya ialah untuk merubaha wajah Turki kepada kemodernan seperti Bangsa Barat. Hal ini ia lakukan ketika ia memulai karir di kancah politik, sampia membentuk parlemen dan terpilih menjadi Presiden Turki yang pertama.
Ada banyak sekali pembaharuan yang telah dilakukan oleh Mustapa Kamal attaturk dalam merubah Turki dari system pemerintahan Kerajaan kepada Turki modern yang bersiste Republik. Selain itu, beliau juga banyak menghasilkan pemikiran-pemikiran yang diadopsi dari pemikiran Nasionalisme arab dan pemikiran Barat untuk meruibah wajah Turki menjadi modern dan maju.

Saran
Pemakalah mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari saudara-saudara semua terutama dosen pembimbing agar makalah ini dapat menjadi pembelajaran bagi kesempurnaan makalah ini dilain kesempatan.


DAFTAR PUSTAKA

Dhabith Tarki Sabiq. Kamal Attaturk, Pengusung Sekularisme dan Penghancur Khilafah Islamiyah. Senayan Publishing. Jakarta. 2008
Dr. Badri Yatim, MA. Sejarah Peradaban Islam. Raja Grafindo Persada. Jakarta. 1993.
http://www.muslim-power. catch.com/mustafa_kamal.htm
http://www.sinaimesir.com/pilih=lihat&id=72
http://en.wikipedia.org/wiki/Ottoman_Empire
http://madufm.multiply.com/journal/item/RUNTUHNYA_KILAFAH_ISLAM_OLEH_MUSTOFA_KEMAL_FASA
Prof. Dr. Harun Nasution. Pembaharuan Dalam Islam. Sejarah Pemikiran dan Gerakan. Penerbit Bulan Bintang. 1982
Syekh Taqiyuddin An-Nabhani. Nidlamul Hukmi Fil Islami. Terjemahan Drs. Muhammad Maghfur Wahid. Penerbit Darul Umat.
www.khilafah.net


Read More..

Konsep Kepemimpinan Dalam Islam (Administrasi dan Supervisi Pendidikan)

Judul : Konsep Kepemimpinan Dalam Islam
Mata Kuliah : Administrasi dan Supervisi Pendidikan


Latar Belakang

Pemimpin adalah orang yang menjalani kepemimpinan. Selama ini banyak sekali kekeliruan pemahaman tentang arti kepemimpinan. Pada umumnya orang melihat pemimpin adalah sebuah kedudukan atau posisi semata. Akibatnya banyak orang yang mengejar untuk menjadi seorang pemimpin dengan menghalalkan berbagai cara dalam mencapai tujuan tersebut. Mulai dari membeli kedudukan dengan uang, menjilat atasan, menyikut pesaing / teman. Ataupun cara lain demi mengejar posisi pemimpin. Akibatnya, hal tersebut melahirkan pemimpin yang tidak dicintai, tidak disenangi, tidak ditaati dan bahkan dibenci.

 Dalam Al-Qur’an banyak dijumpai istilah-istilah kepemimpinan antara lain : Amir, Khalifah, Imamah dsb. Hal ini berarti Islam telah lebih dahulu mengetahui dan menetapkan mengani asas-asas kepemimpinan jauh sebelum para ahli Barat membahasnya. Namun, berbagai teori yang digambarkan para ahli mengenai kepemimpinan tak jarang membuat orang tidak memahami akan arti sebenarnya tentang kepemimpinan dalam Islam. Sehingga pemimpin masa kini, tak jarang telah lari dari arti kepemimpinan dlaam Islam.

Gaya kepemimpinan yang melanggar garis ketetapan Allah tersebut, hanyalah menumbuhkan anarkisme dan keganasan hawaniah sebagaimana disebutkan oleh Thomas Hobbes ”Homo Homini Lupus, Bulkum Omhium Contra Omnus” ”Manusia Akan Menjadi Pemangsa Manusia Yang Lainnya”.

Semua orang ingin jadi pemimpin ! Ribuan orang mengharapkan dirinya menjadi seorang pemimpin. Mereka tidak pernah merasa bahwa sebenarnya dirinya adalah seorang pemimpin. Hampir setiap orang menjadi pemimpin di lingkungannya masing-masing. Terlepas dari besar kecilnya jumlah orang dalam kelompok tersebut. Bahkan seorang manusia pun harus memimpin dirinya sendiri untuk mengarahkan hidupnya.

Seringkali orang memahami kepemimpinan dalam arti sempit sekali. Sehingga mereka mengetahui kepemimpinan adalah para pemimpin negara, wilayah, perusahaan dsb. Ketidak sadaran inilah yang mengakibatkan orang tidak mau mengembangkan ilmu kepemimpinannya. Ditambah dengan jargon-jargon seperti : ”Saya ini rakyat kecil”, padahal ia adalah seorang tukang becak hebat yang memimpin keluarganya dirumah. Yang bisa menciptakan anak-anaknya untuk menjadi pemimpin yang besar. Sebagai seorang khalifah (pemimpin) dimuka bumi, sebagaimana Firman Allah ”Dan tatkala Tuhanmu berfirman kepada para malaikat ’Aku hendak jadikan Khalifah di muka bumi’”. (QS. Al-Baqarah Ayat 30)

Dalam ayat tersebut, Allah SWT tealh menggambarkan bahwasanya mausia telah diciptakan untuk menjadi pemimpin dimuka bumi (dalam arti sempit dipahami sebagai pemimpin diri sendiri). Namun, permasalahan yang terjadi, sudahkah semua pemimpin di dunia ini mencerminkan konsep kepemimpinan sebagaimana yang digambarkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam tingkah laku dan keteladanan hidupnya ? Lalu, sebenarnya bagaimana konsep kepemimpinan yang ditawarkan dalam Islam ?


Ruang Lingkup Pembahasan

Adapun yang akan menjadi ruang lingkup pembahasan dalam makalah ini adalah :
a. Dasar Kepemimpinan Dalam Islam
b. Konsep Kepemimpinan Dalam Islam
c. Tipe-Tipe Kepemimpinan Dalam Islam
d. Pemimpin yang Didambakan Ummat


Kepemimpinan Adalah Sunatullah

Kepemimpinan dalam Islam adalah merupakan Sunnatullah / ketetapan dari Allah SWT. Hal ini termaktub dalam Al-Qur’an :
 

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." QS. Al-Baqarah 30.

Kemudian dalil dari Al-Hadiost : “Ketahuilah bahwa setiap kamu adalah pemimpin dan setiap pemimpin bertanggung jawab atas kepemimpinannya. Setiap kepala negara adalah pemimpin dan ia bertanggung jawab atas kepemimpinannya (rakyat). Seorang perempuan/ibu adalah pemimpin dalam rumah tangga suaminya dan anak-anaknya; ia bertanggung atas kepemimpinannya. Seorang pelayan/hamba sahaya adalah pemimpin atas harta tuannya dan ia bertanggung jawab atas kepemimpinannya. Ketahuilah bahwa setiap kamu adalah pemimpin dan masing-masing mempertanggungjawabkan atas kepemimpinannya.” (HR. Bukhori, Muslim, Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi dari Ibnu Umar)

Melalui dua dalil ini dapat kita pahami bahwasanya kepemimpinan adalah suatu ketetapan dari Allah SWT yang keberadaannya tidak mungkin ditawar lagi. Adanya kepemimpinan dalam Islam di dunia ini merupakan suatu jeharusan yang mutlak.


Dasar Kepemimpinan Dalam Islam

Allah menciptakan manusia sebagai master piece dan sesempurnanya ciptaan (ahsani taqwim), bahkan malaikat tidak memiliki potensi Allah pada manusia. Hal ini tersirat dari kisah Kosmos Teologis tentang bagaimana Allah menciptakan Adam sebagai pemimpin di muka bumi (QS. Al-Baqarah 30-33).

Manusia bisa dikatakan makhluk intelektual karena dilengkapi dengan otak, kemudian juga bisa dikatakan makhluk berkarakter karena memiliki akhlak. Manusia terlahir sebagai KHALIFAH FIL ARDH, tugasnya adalah menggali potensi kepemimpinan untuk memberikan pelayanan serta pengabdian yang diniatkan semata-mata karena amanah Allah. Sabda Rasulullah SAW ”Setiap orang adalah pemimpin dan kelak akan dimintakan pertanggungjawabannya berkaitan dengan kepemimpinannya”.

Rasulullah SAW bersabda : ”Pemimpin suatu kaum adalah pengabdi (pelayan) mereka” (HR. Abu Na'im). Pemimpin adalah pelayan ummat, orang yang bertugas dan diamanahkan untuk melaksanakan tugas-tugas dalam memimpin, membimbing dan mengajak umat kearah yang lebih baik dalam artian sama-sama membangun.

Pemimpin juga diartikan sebagai perisai bagi rakyat, yang akan melindungi rakyat, sebagaimana Sabda Nabi Muhammad SAW : Dari Abi Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda : ”Sesungguhnya seorang pemimpin itu merupakan perisai, rakyat akan berperang di belakang serta berlindung dengannya. Bila ia memerintah untuk takwa kepada Allah azza wa jalla serta bertindak adil, maka ia akan memperoleh pahala. Namun bila ia memerintah dengan selainnya, maka ia akan mendapatkan akibatnya”.

Dalil lain juga menyatakan akan kewajiban adanya kepemimpinan dalam Islam, seperti : "Jika keluar tiga orang dalam satu perjalanan, maka hendaklah salah seorang dari mereka menjadi pemimpinnya." (HR. Abu Dawud dari Abu Sa'id dan Abu Hurairah).


Konsep Kepemimpinan Dalam Islam

Konsep kepemimpinan adalah konsep yang dimiliki oleh Islam dalam memandang kepemimpinan. Kepemimpinan dalam Islam mencakup beberapa aspek :

1. Aspek Pengaruh
Dalam Islam, pemimpin yang tidak berpengaruh akan menyebabkan hilangnya kepercayaan ummat pada pemimpin tersebut. Bisa dicontohkan seperti Shahabat Rasulullah, Abu Bakar As-Shiddiq, Umar Ibn Khattab, dll. Mereka memilik pengaruh sangat besar dalam mewujudkan konsep kepemimpinan ditengah ummat Islam.

2. Aspek Kerohanian
Pemimpin dalam Islam, selain sebagai pemimpin ummat, ia juga bertindak sebagai pemimpin agama. Hal ini ditunjukkan langsung oleh pribadi Nabi Muhammad SAW, yang selain sebagai pemimpin masyarakat juga sebagai pemimpin agama. Kalau kita contohkan dalam kehidupan sekarang adalah Paus Benediktus XII, sebagai pemimpin Ummat Katolik.

3. Aspek Karakteristik
Aspek karakteristik merupakan salah satu aspek yang digunakan untuk menilai konsep kepemimpinan seseorang. Aspek ini meliputi karakter pemimpin, baik baik maupun buruk.


Tipe-Tipe Kepemimpinan

Secara umum, ada beberapa tipe kepemimpinan / Basic Leadership Style :

1. Pemimpin adalah Direktur / DIRECTING.
Dalam tipe kepemimpinan ini, leader memberikan arahan-arahan dan mengawasi penyelesaian seluruh aktivitas secara dekat. Kepemimpinan directing adalah tipe kepemimpinan berkompetensi rendah namun berkomitmen tinggi. Konsep kepemimpinannya adalah menggunakan pola instruksi dengan sedikit support. Kepemimpinan seperti ini sering dipandang sebagai kepemimpinan semi diktator, namun tingkat keberhasilan pengaruh pemimpin sangat kuat.

2. Pemimpin adalah Pelatih / COACHING.
Pada tipe ini, leader disamping memberikan arahan dan mengawasi penyelesaian aktivitas, juga memberikan penjelasan cara mengambil sikap, memberikan usulan yg tepat dan mensupport setiap progress. Kepemimpinan ini memiliki tingkat kompetensi sedang, namun rendah komitmen. Banyak support pada bawahan, namun sedikit instruksi, dan menggunakan pola pendampingan. Pada tipe ini, pemimpin seringkali mudah untuk ”diambil hatinya”.

3. Pemimpin adalah Pendukung / SUPPORTING.
Pada tipe Supporting, leader memfasilitasi dan mensupport upaya anggotanya dalam menyelesaikan tugas serta melibatkan mereka dalam pengambilan keputusan. Tipe ini berkompetensi tinggi namun memiliki komitment sedang. Banyak support sedikit instruksi dan pola pengembangannya adalah dukungan.

4. Pemimpin adalah Delegasi / DELEGATING.
Pada tipe delegasi, leader melakukan rotasi / pendelegasian tanggungjawab dalam pengambilan keputusan dan penyelesaian masalah. Memiliki kompetensi tinggi dan komitmen tinggi, sedikit support dan sedikit instruksi, dan pola pengembangannya adalah delegasi.

Dalam menjalankan kepemimpinan, seorang leader yang baik hendaknya memiliki empat keahlian khusus, yaitu :
? Interpreting, mampu menginterpretasikan atau memvisualisasikan suatu kondisi internal maupun external yang akan berdampak pada tim.
? Shaping, mampu memberikan gambaran tentang visi dan strategi untuk memberikan arti kerja tim.
? Mobilising, mampu memobilisasi para individu dalam tim dengan ide, kemampuan dan nilai masing-masing anggota yg berbeda untuk membangun sebuah tim.
? Inspiring, mampu memberikan inspirasi kepada orang dalam mencapai hasil.


Kepemimpinan Yang Didambakan

 Kepemimpinan yang didambakan dalam Islam adalah sosok pemimpin yang memiliki kejiwaan dan pola sesuai dengan tuntunan Nabi SAW (khalifatu ‘ala minhaji nubuwwah) / pemimpin sesuai dengan metode kenabian. Dan pemimpin itu haruslah sesuai dengan tuntutan dari Ummat sekarang yang amat merindukan sosok pemimpin.

 Sebenarnya seperti apakah sosok pemimpin dambaan ummat ? Pemimpin dambaan ummat adalah sosok pemimpin yang bisa membawa ummat kembali merintis dan menciptakan peradaban mulia sebagaiman telah digambarkan Nabi SAW. Karena hanya kepemimpinan yang sesuai dengan metode kenabianlah, Ridha Allah akan didapat. Kepemimpinan yang dapat membawa ummat kedalam Ridha Allah adalah :


1. Pemimpin yang menerapkan hukum Syari’ah
(Ini adalah) satu surat yang Kami turunkan dan Kami wajibkan (menjalankan hukum-hukum yang ada di dalam)nya, dan Kami turunkan di dalamnya ayat ayat yang jelas, agar kamu selalu mengingatinya. QS. Annur 1.

Al-Qur’an dan hadist telah diturunkan oleh Allah SWT ke muka bumi sebagai way of life / jalan hidup / dasar hukum bagi segala perkara ummat manusia. Yang berwenang membuat hukum hanyalah Allah SWT. Pemimpin yang diRidhai Allah SWT adalah pemimpin yang memnggunakan dasar hukum dari nash Al-Qur’an dan Hadist Nabi SAW bukan hukum buatan manusia.

2. Pemimpin sebagai pembela Ummat
Pemimpin juga diartikan sebagai perisai bagi rakyat, yang akan melindungi rakyat, sebagaimana Sabda Nabi Muhammad SAW : Dari Abi Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda : ”Sesungguhnya seorang pemimpin itu merupakan perisai, rakyat akan berperang di belakang serta berlindung dengannya. Bila ia memerintah untuk takwa kepada Allah azza wa jalla serta bertindak adil, maka ia akan memperoleh pahala. Namun bila ia memerintah dengan selainnya, maka ia akan mendapatkan akibatnya”.

Pemimpin yang mendapatkan Ridha Allah SWT adalah pemimpin yang mampu melindungi dan menjaga kehormatan Ummatnya dari pihak luar.

3. Pemimpin yang mampu membawa Peradaban Mulia kembali ke muka bumi
Islam merupakan sebuah sistem pemerintahan, sistem hukum, sistem politik, sistem sosial, sistem kemasyarakatan, sistem pendidikan, sistem keagamaan, sistem ekonomi, sistem pertahanan keamanan, dsb. Maka untuk menciptakan kembali peradaban mulia Islam dimuka bumi diperlukan sebuah sistem pengaturan Islam / A Global Imperium of System, dalam rangka mewujudkan Novus Ordo Scrotum (Tatanan Dunia Baru) seperti yang dihembuskan oleh kaum Yahudi.

Sistem Islam telah terbukti menciptakan peradaban selama 14 abad tanpa terkalahkan, termasuk peradaban Romawi, Bizantium, dan peradaban Imperialisme sekarang ini.

4. Pemimpin yang sesuai dengan metode kenabian

Pemimpin dambaan ummat tentu saja adalah al-khalifah ‘ala minjahi nubuwwah / pemimpin berdasarkan atas metode kenabian. Ini tidak bisa ditawar lagi.


Kesimpulan

Kepemimpinan dalam Islam merupakan Sunnatullah / ketetapan Allah SWT, yang telah menjadikan manusia sebagai pemimpin. Kepemimpinan telah terlebih dahulu diperkenalkan dalam Islam jauh sebelum para ahli mengemukakannya. Kepemimpinan dala Islam adalah kepemimpinan yang didasarkan atas metode kenabian dalam rangka menciptakan kultur masyarakat madani memperoleh Ridha Illahi.


BIBLIOGRAFI

Ali Belhaj, Abu Abdul Fattah (Tokoh FIS Aljazair). MENEGAKKAN KEMBALI KHILAFAH SUATU KEWAJIBAN TERBESAR DALAM ISLAM. Judul Asli : Tanbihul Ghafilin wa I'lamul Ha'irin bi Anna Iqamatal Khilafah min A'zhami Wajibati Hadzad Din. Penerjemah : Muhammad Shiddiq Al Jawi. Beirut : Penerbit Darul Uqaab.
An Nabhani, Taqyuddin. Nidlamul Hukmi Fil Islami. Penerbit Darul Ummat Penerjemah Drs. Moh. Maghfur Wachid Penyunting Drs. Hafidz Abdurrahman, M.M.
AP. Pane, Fahmi (Anggota Lembaga Penerbitan dan Media Massa DPP Partai Persatuan Pembangunan). Rekayasa Asas Tunggal. Sebuah Opini Pada : http://www.republika.co.id/kolom_detail.asp
http://arrahmah.com
http://bela4lhaq.wordpress.com
http://en.wikipedia.org
http://hizbut-tahrir.or.id
http://id.wikipedia.org
http://islamsyumul.blogspot.com
http://khilafah1924.org
http://penguruspusat.com
http://swaramuslim.net
http://syifasalsabila.wordpress.com
http://www.geocities.com/amanat_my/index.htm
Iddatu Askhas Amilu Li Hisabi Tapol. Mihnatul Islam Fi Indonesia, Edisi Indonesia : BENCANA KAUM MUSLIMIN DI INDONESIA 1980 – 2000. Cetakan V 2000. Penerjemah : Mohammad Thalib. Yogyakarta : Penerbit WIHDAH PRESS.
Irfan S. Awwas, Drs. Muhammad Thalib. DOKTRIN ZIONISME DAN IDIOLOGI PANCASILA Menguak Tabir Pemikiran Politik Founding Father RI. 1999. Yogyakarta : Penerbit Wihdah Press. 
Islam Adalah Relevan Sepanjang Zaman dan Tempat (Islam Vis A Vis Modernitas) . Opini pada www.khilafah.com
Khan, Adnan. Islamic Reformation Exposing the Battle for Hearts and Minds From : Khilafah.com
Rushdie, Salman. Satanic Verses. 1988. New York U.S.A. : VIKING Published.
Tasmara, KH. Toto. Spiritual Centered Leadership “Kepemimpinan Berbasis Spiritual”. 2006. Jakarta : Gema Insani.
Tolonglah Agama Allah Jilid 1. Jakarta : Yayasan Al Mu’min Jakarta http:www.isroatifillah.com
Trantono, Yuari. Opini dalam http://yuari.wordpress.com
Wahid, KH. Abdurrahman. Negara dan Kepemimpinan dalam Islam. Jakarta : Kedaulatan Rakyat, 21 Februari 2003.
Munawwir, Drs. EK. Imam. Asas-Asas Kepemimpinan Dalam Islam. Surabaya : Usaha Nasional.


Read More..