Tampilkan postingan dengan label Kepemimpinan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kepemimpinan. Tampilkan semua postingan

Pendekatan Pemecahan Masalah (Problem Solving Approach)

Ada 5 langkah, yakni :

1. Problem Identification

Ketika kita menemukan sebuah masalah. Baik itu masalah teknis atau kehidupan sehari-hari karena pada umunya semua masalah memiliki kronologis jalan keluar yang hamper sama. Sebagai contohnya karena saya akan menghadapi UTS tanggal 28 besok dan belum benar-benar siap, serta diperparah sekarang bulan puasa maka ini bisa dijadikan contoh masalah.

2. Synthesis

Sebuah gagasan awal secara keseluruhan untuk memecahkan masalah. Langkah selanjutnya masalah di atas adalah saya harus berusaha lebih keras untuk mengejar ketertinggalan dan tidak menganut sistem belajar kebut semalam.

3. Analysis

Kalau di buku Holtzapple Reece dijelaskan bahwa pada langkah ini kuncinya adalah mengubah masalah fisika menjadi model matematikanya. Karena saya sudah terlanjur memberi contoh masalah kehidupan nyata maka jika ditinjau dari langkah ini maka saya harus menentukan langkah riil step by step, misalnya belajar terorganisasi atau berurutan dan berkelanjutan.

4. Application

Langkah application di sini kita melaksanakan semua gagasan dan langkah-langkah yang kita rencanakan sebelumnya.

5. Comprehension 

Di langkah ini kita menggunakan teori yang sudah ada. Untuk kasus yang telah saya contohkan teori yang ada adalah mitos kalau belajar sebelum tidur itu baik dan jauh lebih baik belajar pada saat shubuh atau fajar. Di jelaskan dalam buku Misteri Shalat Shubuh bahwa banyak keajaiban atau mukjizat yang terjadi kala fajar.

Read More..

Teori Kepemimpinan Kontemporer

1. Teori Atribusi Kepemimpinan 

Teori atribusi kepemimpinan mengemukakan bahwa kepemimpinan semata-mata merupakan suatu atribusi yang dibuat orang atau seorang pemimpin mengenai individu-individu lain yang menjadi bawahannya. 

Beberapa teori atribusi yang hingga saat ini masih diakui oleh banyak orang yaitu : 
a. Teori Penyimpulan Terkait (Correspondensi Inference), yakni perilaku orang lain merupakan sumber informasi yang kaya. 
b. Teori sumber perhatian dalam kesadaran (Conscious Attentional Resources) bahwa proses persepsi terjadi dalam kognisi orang yang melakukan persepsi (pengamatan). 
c. Teori atribusi internal dan eksternal dikemukakan oleh Kelly & Micella, 1980 yaitu teori yang berfokus pada akal sehat.


2. Kepemimpinan Kharismatik 

Karisma merupakan sebuah atribusi yang berasal dari proses interaktif antara pemimpin dan para pengikut. Atribut-atribut karisma antara lain rasa percaya diri, keyakinan yang kuat, sikap tenang, kemampuan berbicara dan yang lebih penting adalah bahwa atribut-atribut dan visi pemimpin tersebut relevan dengan kebutuhan para pengikut. 

Berbagai teori tentang kepemimpinan karismatik telah dibahas dalam kegiatan belajar ini. Teori kepemimpinan karismatik dari House menekankan kepada identifikasi pribadi, pembangkitan motivasi oleh pemimpin dan pengaruh pemimpin terhadap tujuan- tujuan dan rasa percaya diri para pengikut. Teori atribusi tentang karisma lebih menekankan kepada identifikasi pribadi sebagai proses utama mempengaruhi dan internalisasi sebagai proses sekunder. Teori konsep diri sendiri menekankan internalisasi nilai, identifikasi sosial dan pengaruh pimpinan terhadap kemampuan diri dengan hanya memberi peran yang sedikit terhadap identifikasi pribadi. Sementara itu, teori penularan sosial menjelaskan bahwa perilaku para pengikut dipengaruhi oleh pemimpin tersebut mungkin melalui identifikasi pribadi dan para pengikut lainnya dipengaruhi melalui proses penularan sosial. Pada sisi lain, penjelasan psikoanalitis tentang karisma memberikan kejelasan kepada kita bahwa pengaruh dari pemimpin berasal dari identifikasi pribadi dengan pemimpin tersebut. 

Karisma merupakan sebuah fenomena. Ada beberapa pendekatan yang dapat digunakan oleh seorang pemimpin karismatik untuk merutinisasi karisma walaupun sukar untuk dilaksanakan. Kepemimpinan karismatik memiliki dampak positif maupun negatif terhadap para pengikut dan organisasi. 


3. Kepemimpinan Trnasformasional 

Pemimpin pentransformasi (transforming leaders) mencoba menimbulkan kesadaran para pengikut dengan mengarahkannya kepada cita-cita dan nilai-nilai moral yang lebih tinggi. 

Burns dan Bass telah menjelaskan kepemimpinan transformasional dalam organisasi dan membedakan kepemimpinan transformasional, karismatik dan transaksional. Pemimpin transformasional membuat para pengikut menjadi lebih peka terhadap nilai dan pentingnya pekerjaan, mengaktifkan kebutuhan-kebutuhan pada tingkat yang lebih tinggi dan menyebabkan para pengikut lebih mementingkan organisasi. Hasilnya adalah para pengikut merasa adanya kepercayaan dan rasa hormat terhadap pemimpin tersebut, serta termotivasi untuk melakukan sesuatu melebihi dari yang diharapkan darinya. Efek-efek transformasional dicapai dengan menggunakan karisma, kepemimpinan inspirasional, perhatian yang diindividualisasi serta stimulasi intelektual. 

Hasil penelitian Bennis dan Nanus, Tichy dan Devanna telah memberikan suatu kejelasan tentang cara pemimpin transformasional mengubah budaya dan strategi-strategi sebuah organisasi. Pada umumnya, para pemimpin transformasional memformulasikan sebuah visi, mengembangkan sebuah komitmen terhadapnya, melaksanakan strategi-strategi untuk mencapai visi tersebut, dan menanamkan nilai-nilai baru.

Read More..

Manajemen Kepemimpinan

Definisi Kepemimpinan :

Secara luas : kepemimpinan adalah proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, memotivasi prilaku pengikut untuk mencapau tujuan, dan mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok.
Kepemimpinan juga diartikan sebagai :
- Kekuatan untuk mengerakkan dan mempengaruhi orang lain.
- Sebagai alat, sarana, atau proses untuk membujuk orang agar berusaha melakukan sesuatu secara sukarela.
- Proses mengerahkan atau mempengaruhi aktivitas-aktivitas yang ada hubungannya dengan pekerjaan para anggota kelompok.

Pada hakikatnya, kepemimpinan adalah :
1. Proses mempengaruhi / memberi contoh dari pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi.
2. Seni mempengaruhi dan mengerahkan orang dengan cara kepatuhan, kepercayaan, kehormatan dan kerjasama yang bersemangat dalam mencapai tujuan bersama.


Teori kepemimpinan :

1. Teori Sifat
Teori ini menekankan pada atribut-atribut pribadi yang melekat pada diri para pemimpin yang dikaitkan dengan keberhasilan kepemimpinan. Pada teori ini aspek yang diperhatikan antara lain :
- Intelegensia (IQ)
- Kepribadian yang mencakup kesiagaan, integritas pribadi dan percaya diri.
- Karekteristik fisik meliputi usia, tinggi badan, berat badan dan penampilan.

2. Teori Kepribadian Prilaku
Menurut teori ini prilaku memiliki andil dalam menentukan keefektifan kepemimpinan seseorang.

a. Hasil studi University of Michigan
Penelitian mereka menghasilkan teori tipe kepemimpinan berdasarkan letak pusat yang mempengaruhi kepemimpinan.
- Pemimpin yang Job Centered : pemimpin yang menerapkan pengawasan ketat sehingga bawahan melekukan tugas melalui prosedur yang ditetapkan. Tipe ini lebih mengandalkan paksaan, imbalan dan hukuman untuk mempengaruhi sifat dan prestasi organisasi.
- Pemimpin yang Employee Centered : pemimpin yang berpusat pada bawahan, mendelegasikan keputusan pada bawahan dan membantu bawahan dalam memuaskan kebutuhan organisasi.

b. Hasil studi Ohio State University
Mereka menyimpulkan bahwa prilaku pemimpinan mempengaruhi dalam pelaksanaan kepemimpinan. Mereka menyimpulkan dua pola pemimpin dalam menjalankan organisasi :
- Membentuk struktur : melibatkan rpilaku dimana pemimpin mengorganisasikan dan mendifinisikan hubungan-hubungan dalam kelompok, cenderung membangun pola dan saluran komunikasi yang jelas, dan menjelaskan cara-cara mengerjakan tugas yang akan berorientasi pada tujuan organisasi.
- Konsiderasi : melibatkan prilaku yang menunjukkan persahabatan, saling percaya, interaksi, menghargai, kehangatan dan komunikasi kelompok.

3. Kepemimpinan Situasional
Pada teori ini dikemukakan bahwa pemimpin memahami prilaku, sifat bawahannya dan situasi sebelum mengunakan gaya kepemimpinan tertentu.


Persepsi tentang Kepemimpinan :

1. Kepemimpinan sebagai seni : menempatkan bakat sebagai faktor utama dan sangat penting serta berpengaruh besar terhadap kemampuan mewujudkan tujuan organisasi. Artinya kepemimpinan akan efektif dan efisien bila ditangani orang yang bakatnya besar dan tinggi.
2. Kepemimpinan sebagai ulmi : menitikberatkan pada proses belajar dan latih. Artinya kepemimpinan akan efektif dan efisien bila ditangani oleh orang yang terlatih dan terampil (berilmu).


Fungsi Kepemimpinan :

1. Instruksi : adalah jenis komunikasi satu arah yang pemimpin berfungsi sebagai komunikator yang menentukan apa, siapa, dimana, kapan, bagaimana, dan kenapa untuk mencapai tujuan organisasi.
2. Konsultasi : merupakan komunikasi dua arah dimana pemimpin berfungsi untuk mempertimbangkan, mengambil keputusan, memberi feed back, dan mengadakan perbaikan yang semuanya diadakan bersama bawahan.
3. Partisipasi : pemimpin berfungsi untuk mengaktifkan anggota dan keikutsertaannya dalam organisasi.
4. Delegasi : merupakan pelimpahan wewenang dan pemberian kepercayaan dalam organisasi.
5. Pengendalian : adalah pengaturan aktifitas, bimbingan, pengarahan, koordinasi dan supervisi yang dilakukan pemimpin.


Tipe Kepemimpinan :

1. Otoriter : pemimpin adalah seorang penguasa yang berhak melakukan apa saja yang diinginkan dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Dalam hal ini, pemimpin adalah diktator.
2. Kendali bebas : sistem ini merupakan kebalikan dari sistem otoriter dimana semua pihak bebas berbuat sesuai kehendak untuk mencapai tujuan.
3. Demokratis : sistem bebas yang penuh pertimbangan, dimana hak antara pemimpin dan anggota dihargai dan dibicarakan sesuai kesepakatan bersama mewujudkan visi dan misi organisasi.


Proses Kaderisasi :

Kaderisasi merupakan hal penting yang tidak mungkin ditinggalkan. Karena tanpa adanya kader pengganti, sebuah organisasi tidak akan mungkin dapat melanjutkan pencapaian tujuan. Secara umum ada dua proses kaderisasi :
1. Kaderisasi Informal : merupakan proses kaderisasi yang dijalankan secara tidak resmi melalui proses pemberian peluang kepada anggota sehingga proses pemupukan bakat berlangsung. Proses ini meakan waktu yang lama.
2. Kaderisasi Formal : merupakan proses kaderisasi yang resmi diselenggarakan untuk mencari kader pemimpin, dilaksanakan dalam bentuk pemberian kedudukan / jabatan strategis dan sesuai, pelatihan kepemimpinan, pemberian tugas belajar dsb.


Peran Kepemimpinan :

1. Servant (pelayan).
2. Guardian (penjaga) dalam arti komunitas.
3. Pathfinding (pencarian alur), pemimpin memiliki peran untuk menciptakan alur organisasi dalam mewujudkan visi dan misi.
4. Aligning (penyelaras), pemimpin memastikan bahwa struktur, sistem dan proses operasional memberikan dukungan pada pencapaian.
5. Empowering (pemberdaya), pemimpin berfungsi sebagai penggerak semangat anggota.


Read More..